ABBEY ROAD STUDIO MEMANG LEGEND!!!!

post

Tanggal 25 november 2013,tepat jam 9 pagi waktu London, saya dan teman-teman GIGI menginjakkan kaki di Abbey Road studio. Wow!!!! Perasaan campur aduk, pengen nangis, merinding, udah nggak jelas deh perasaannya hehehee, kita menuju Studio 2, tempat dimana The Beatles dan artis_- artis dunia lainnya merekam karya-karya mereka. Lewat control room terus kita turun melalui tangga yg sangat legend,karena tangga ini kayak sebuah simbolnya studio Abbey Road. Di Studio 2 tempat kita take, kita langsung disambut sama sound enginner Chris Bolster, ini orang yang ngerekam dan ngemix band-band seperti Green Day, The Killers, Blocparty,dll. Orangnya sangat ramah, dan dia dibantu sama 2 asisten enginner. Kita ngobrol untuk menentukan letak dan posisi instrument masing-masing, karena kita juga mau mendokumentasikan seluruh kegiatan kita di studio 2 untuk dijadikan sebuah Film, maka tata letak instrument masing-masing harus bener-bener pas dan keren.
Posisi drum pun akhirnya ditentukan tepat di depan tangga studio 2 , Waktunya untuk ngeset up drum, saya dapat support langsung dari SONOR international dan Zildjian Cymbals, mereka sangat on time dalam pengiriman, dan apa yang saya minta udah tersedia semua. Karena tidak membawa crew drum, saya harus set up drum sendiri, Seru bangetttt , saya sangat hobbi ngeset up drum hehehehe. Saya set up drum sekitar 15- 20 menit. Dan chris bolster pun menyiapkan microphone untuk keperluan drum. Chris menggunakan 14 track untuk drum, dan saya belajar banyak mengenai pengambilan dan peletakkan setiap microphone, sangat berbeda dari kebiasaan yang saya pernah liat kalau rekaman di Indonesia. Dari segi Microphone, semuanya Pake condenser mic, yang kita tau kalau di Indonesia condenser mic hanya digunakan untuk Overhead dan Hi hat. Dan yang lebih gilanya lagi, semua Microphone yang digunakan umurnya udah pada tua-tua heheheh, microphonenya keluaran tahun 1950,1960,dan 1970. Dan kondisinya sangat bagus dan yang pasti sangat kerennnn. Yang menariknya dari Chris Bolster adalah dia bener-bener memberikan kebebasan kepada kita masalah posisi drum, meskipun dia terlihat susah untuk meletakkan posisi mic,karena set up saya yang berdekatan satu sama lain. Saya nanya sama dia “ apakah mau saya rubah posisi set up saya”,dia bilang “ kamu harus main seenak kamu dan senyaman kamu, biar saya yang ikuti kamu”.
Mulai tahap nyari sound drum, ini juga unik, dia meminta saya untuk memainkan drum, tanpa memukul satu-satuan dari drum tersebut,contohnya Kick dulu atau snare dulu ( kebiasaan kalau di Indonesia ), saya memainkan drum saya dan Chris mencari sound dan balance soundnya. Dan hasilnya? Amazing……, sound yang keluar bener-bener gokilllll. Saya nanya sama dia “ ini sound dikasih effect atau diproses lagi” ,dia bilang ini sound bener-bener flat atau murni dari drum akustiknya. Ini ngebuktiin bahwa Ruangan dan peletakkan mic dan kematangan si Chris bolster bener-bener menjadi perpaduan yang sangat dahsyat.
Tepat jam 11 siang waktu London, Kita mulai Take , dengan konsep Live recording, kita memulainya dengan lagu “ Prom nite”, take-take pertama masih tahap adaptasi hehehe,maklum ada rasa nervous, penyesuaian ruangan dll, apalagi take di studio yang sangat bersejarah. Tapi karena kita sangat bersemangat dan udah mempersiapkan segala sesuatu selagi masih di tanah air ,seperti latihan yang gila-gilaan sebelum berangkat ke London, Akhirnya proses rekaman pun berjalan sangat lancar, Di hari pertama kita akhirnya menyelesaikan 4 buah lagu . karena waktunya banyak kepotong buat set up jadi waktu buat take kepotong . Lanjut di hari ke 2 rekaman, kita langsung start take jam 10 pagi. Sekitar jam 2 siang kita udah menyelesaikan semua take untuk album baru yg berisi 9 lagu, karena udah penyesuaian dengan kondisi studio, di hari ke 2 berjalan sangat-sngat lancar. Karena waktu yang masih lama, waktu sewa kita di studio Abbey road sampe jam 8 malam. Berarti masih banyak waktu yang kesisa, akhirnya kita berembuk, dan diputusin ,kita mau ngerekam lagu-lagu dari album-album sebelumnya,dengan aransement baru dan versi akustik. Akhirnya kita menyelesaikan 10 lagu lama dengan versi akustik wowwwwww, secara total rekaman kita ngerekam 19 lagu di studio Abbey Road. Sebuah hal yang nggak keduga. Mungkin karena saking semangatnya dan atmosfer studio tersebut membawa aura yang positif buat kita, akhirnya rekaman pun menjadi sangat lancar.
Saya sangat terkesan dengan apa yang saya alami di studio 2 Abbey road, secara sound drum, ada perbedaan yang sangat mencolok dari album-album sebelumnya, secara main, saya ngerasa lebih lepas dan live, karena kondisi rekaman yang berkonsep live recording.
PUASSSSSSS!!!!! Itu kata yang tepat buat apa yang saya lakukan di Abbey road studio, Semoga album ini bisa menjadi penyemangat dan membawa hal positif buat kemajuan dan kualitas musik Indonesia.Amin…..

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments